Rabu, 03 Oktober 2018

Balasan

Cerita malam

"Assalamualaikum"

Aminah bangkit dari duduknya saat satu suara salam terdengar dari luar. Suara seorang bapak, entah siapa. Sempat melihat dari balik gorden, memastikan supaya hati lebih tenang. Jujur, ketika suaminya tak di rumah, lalu ada tamu seorang lelaki, maka baginya harus lebih hati-hati.

Dibukanya pintu setelah tahu siapa yang datang. Seorang yang memang dikenal baik. Beliau datang dengan sesuatu di tangannya. Sambil tersenyum mengatakan maksud kedatangannya. Hanya ingin menyampaikan tanda syukur setelah kelahiran anaknya. Alhamdulillah bi ni'matihii tatimmushshoolihaat. Hanya itu saja, lalu bergegas pamitan.

=====

Lepas maghrib Aminah keluar rumah, lalu menutup pintu lalu menguncinya. Meski perginya hanya berjarak sepelemparan batu, tak bisa dibiarkan rumah ditinggal tanpa pengamanan. Karena tawakkal saja tidak cukup, wajib pakai usaha.

Di tangannya ada semangkok makanan yang sudah Aminah siapkan, lengkap. Makanan kesukaan anak tetangganya. Niatnya hanya ingin membuat tetangganya senang dengan apa yang diberikannya. Meski bukan sesuatu yang mahal dan istimewa, tapi cukuplah membuat anak-anak itu senang ketika salam Aminah ucapkan di depan rumahnya, mereka menyambutnya antusias. Begitulah bahagia. Membahagiakan adalah kebahagiaan.

Setelahnya Aminah pulang.

Tak lama, suara salam terdengar dari luar. Dan apa yang dibawakan seseorang itu selain tanda syukur atas kelahiran anaknya? Yang dibawanya adalah makanan kesukaannya. Maha Adil Alloh atas segala karunianya. Memberi lalu dibalas dengan pemberiaan serupa, sama-sama makanan kesukaan.

Barangkali kisah ini hanya sederhana saja. Tapi tidak untuk sesuatu yang patut disyukuri. Sedekah itu pasti dibalas. Entah di dunia, atau kelak di akhirat. Di sisi Alloh, tidak ada kebaikan yang sia-sia meski sekecil biji saja. Alloh sebaik-baik pembalas bagi hamba-Nya. Percayalah!

Niat membahagiakan itu berbalas dibahagiakan. Sederhana saja.

Alloohu'alam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar